BAPPEDA SANGGAU MELAKUKAN PERTEMUAN FORUM PIONER PERENCANA

Dalam rangka formulasi kebijakan perencanaan pembangunan daerah yang prospektif, realisistis, akuntabel dan transparan serta bermartabat, maka Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sanggau mengundang seluruh Kasubbag Perencanaan yang tersebar pada 43 (empat puluh tiga) perangkat daerah untuk melakukan diskusi menyamakan persepsi memformulasikan kebijakan perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Sanggau.

Sekretaris Bappeda Kabupaten Sanggau Shopiar Juliansyah, SE., MM ketika membuka kegiatan mengatakan bahwa : “acara ini selain sebagai silahturahmi sesama kasubbag perencanaan, juga sebagai wadah untuk memperoleh berbagai informasi terkait perencanaan pembangunan daerah”.

Dengan demikian dapat dimaknai bahwa melalui kegiatan dimaksud, Kasubbag Perencanaan memperoleh informasi sebagai referensi ketika proses formulasi kebijakan perencanaan pembangunan daerah menuju Sanggau yang bermartabat. Saat ini tantangan utama yang dihadapi oleh perangkat daerah adalah melakukan pemetaan program kegiatan yang ada di dokumen rencana strategis dengan program, kegiatan dan sub kegiatan yang ada di Peraturan Menteri Dalam Negerin Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah.

Kegiatan forum pioner perencana dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Februari 2020 bertempat di Lantai II Bappeda Sanggau dengan Tema “Perencanaan Pembangunan Daerah Era Milenial”. Kasubbag Perencana merupakan pioner perencanaan pembangunan, filosofinya dalam papan catur kalau pion tidak bergerak maju maka seluruh bidak catur tidak akan bisa bergerak kecuali kuda dan kalau hanya kuda yang melakukan peregerakan hasilnya akan nihil.

Oleh karena itu kata pioner dipilih, harapannya seluruh Kasubbag perencanaan dan Bappeda sebagai leading sectornya selalu berkreasi, berinovasi dan bergerak maju agar ada progress yang dapat diukur dan dicapai menjadi akuntabilitas kinerja. Sedangkan tema era milenial dipilih, hanya untuk mempertegas bahwa sistem pemerintahan daerah baik itu perencanaan dan penganggaran maupun monitoring dan evaluasi akan dirangkai berbasis elektronik sehingga semua aktivitas pemerintahan yang dalam hal ini perencanaan menggunakan aplikasi.

Dengan demikian metode konvensional yang masih berbasis data offline akan segera kita tinggalkan menuju data berbasis online, karena ada perubahan metode penyajian data maka paradigma pioneer perencana juga hendaknya berubah dari yang konvensional menuju yang milenial.

Anda mungkin juga berminat Berita Lainnya dari penulis

Leave a Reply