kukuh-triyatmaka_20160424_114152[1]

Tak Lama Lagi, Sanggau Punya Jalur Kereta Api

SANGGAU. Pembangunan jalur kereta api di Kabupaten Sanggau semakin mendapat angin segar. Lantaran konsultan dari pusat telah datang untuk mengecek lokasinya.

“Kemarin, konsultan sudah ketemu saya. Kita juga sudah tunjukkan. Kita tunggulah hasilnya,” kata Poulus Hadi, Bupati Sanggau ditemui di kediamannya, Selasa (11/10).

Kendati tidak menyebut secara pasti rencana lokasi stasiun, namun ia menegaskan arahnya pada pengembangan Kota Sanggau. “Ke arah ‘darat’, karena link-nya ke trans Kalimantan, ke hulu. Jadi perencanaannya (jalur kereta api, red) saya dengar masih sampai Sanggau,” ujarnya.

Untuk jalurnya sendiri, masih belum dipastikan, apakah akan melalui Ngabang atau jalaur pantai (Tayan). Mengingat keduanya sama-sama memiliki potensi. “Karena daerah Ngabang juga jalur ekonomi, pantai juga sama. Tinggal nanti yang relible menurut konsultan, tentu juga ada kebijakan dari Pemerintah Provinsi. Tetapi titik akhirnya di Sanggau,” ungkap Poulus.

Dia juga mengatakan, datangnya konsultan merupakan bentuk penguatan rencana. “Mungkin 2019 sudah bisa action. Sekarang kan masih prasurvei. Akan masuk konsultan lebih detail lagi,” ujar Poulus.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau juga menyarankan agar stasiun dibangun di wilayah Kota Baru, dekat Sabang Merah. “Karena akan mudah link-nya ke Sungai Batu,” kata Poulus.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sanggau, Kukuh Triyatmaka menyampaikan, ada dua lintasan yang direncanakan, yakni dari Pontianak-Sanggau melewati Batu Ampar. Kemudian dari Sanggau menuju Pangkalan Bun, Kalteng.

Kukuh meyakini, lintasan dari Sanggau melalui Tayan sudah pasti. Sementara dari Simpang Ampar ada tiga alternatif, melalui Jalan Nasional Tayan Sanggau, melalui tengah (tembus ke Sungai Jaman, Empaong, Lape), melalui tepi sungai (Tayan ke Meliau kemudian ke Sungai Batu).

“Tetapi secara pilihan memang Pemda harap bisa motong lewat tengah karena dengan jarak 150 kilometer saja. Tetapi kalau lewat Sosok lebih panjang, lewat Meliau risiko terhadap pasang sungai, ” tutur Kukuh. (kn2)

0 replies

Komentar

Silakan berikan komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *