Screenshot_2

Wabup Sanggau Hadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman BPPT dan UNTAN

KalbarOnline, Pontianak – Bertempat di gedung rektorat UNTAN lantai 3, dilaksanakan seminar dan penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) dan Universitas Tanjung Pura (Untan).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak kurang lebih 100 peserta meliputi Bupati/Walikota, Bappeda, Dinas ESDM dan Dinas Hubkominfo se-Kalimantan Barat.

Kegiatan tersebut diawali dengan penandatangan nota kesepahaman antara BPPT dan UNTAN dan dilanjutkan dengan seminar yang diisi oleh beberapa narasumber antara lain, Dr Ir Hammam Riza, M.Sc yang merupakan Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material BPPT yang membahas peluang-peluang penerapan teknologi guna kemajuan Kalimantan Barat, kemudian Prof Dr Ismail Yusuf, MT (Guru Besar Fakultas Teknik Untan) memberikan materi PLTS dan PLT Bayu sistem komunal untuk kelistrikan pulau-pulau terisolir di Kalimantan Barat, kemudian Walikota Singkawang Drs H Awang Ishak, M.Si tentang penerapan Singkawang Smart Government, sedangkan Ir R Guntur Haryanto, MM yang merupakan Kepala Balai Jaringan Informasi dan Komunikasi BPPT yang memberikan materi pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung Implementasi E-Government di Kota Singkawang.

Sementar itu dalam sesi tanya jawab banyak berkaitan dengan penanggulangan kekurangan energi listrik yang berakibat susahnya penerapan teknologi, dalam kegiatan tersebut Kabupaten Sanggau dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sanggau Drs Yohanes Ontot, sedangkan Bappeda Sanggau dihadiri oleh Edi Sasmito yang berharap keinginan Pemerintah Kabupaten Sanggau untuk menindaklanjuti kerjasama dengan BPPT tentang penerapan teknologi yang hingga saat ini belum ada tanggapan dari BPPT.

Perwakilan Bappeda Sanggau, Edi Sasmito menambahkan bahwa Kabupaten Sanggau memiliki sumber daya alam untuk pembangkit listrik tenaga air yang bertempat di bendungan Merowi yang telah diukur dan cukup mampu untuk daya listrik, “namun dengan banyaknya kebun sawit mengakibatkan kurangnya debit air pada musim kemarau, harapan kedepan baik BPPT, UNTAN dan Pemerintah Kabupaten Sanggau dapat bersinergi dalam mengatasi kekurangan pasokan listrik,” ujarnya. (Leo)

0 replies

Komentar

Silakan berikan komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *