rth_20160925_192227

Kepala Bappeda: Tanpa RTH Kota Terlihat Gersang

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU – Kepala Badan Perencanaan dan Pembagunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sanggau, Kukuh Triyatmaka menyampaikan, berdasarkan amanah UU nomor 26 tahun 2007, pembangunan sebuah kota harus disisihkan 30 persen untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), yang berfungsi untuk menahan serapan hujan.

“Karena tanpa adanya RTH sebuah kota akan terlihat gersang dan terlihat baik sebuah kota tanpa pohon. Untuk itu, Pemerintah terus berupaya mewujudkan RTH yang bisa dinimkati seluruh masyarakat di  Sanggau,” katanya, Minggu (25/9/2016).

Dikatakanya, sebenarnya Sanggau sudah memiliki lebih dari 41 persen, kalau berdasarkan UU sudah lebih, kalau bicara seluruh Kabupaten, kalau skala Kota sekarang masih kita hitung.

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sanggau yang memiliki luas 12.858 kilo meter persegi, Kabupaten sudah memiliki 41 persen lebih RTH dalam bentuk hutan kota dan taman kota.

Namun Berdasarkan ploting yang ditetapkan BAPPEDA, lokasi hutan kota ada dibeberapa lokasi seperti di kawasan Kelurahan Bunut seluas 6,5 hektare, hutan kota di taman sabang merah 25 hektar, hutan kota kawasan stadion Sanggau Permai.

“Itu sudah kita tetapkan termasuk yang kecil-kecil di antaranya taman Sabang Merah, Taman Komunitas, Taman perahu layar, taman samping GPU, kawasan kampung Sentana, minimal 30 persen dari luas kota kita sudah terpenuhi,” katanya.

Hanya saja, luas kota sampai saat ini, dikatakan Kukuh masih dalam proses penghitungan.

“Tapi tim kami di BAPPEDA sudah mengarahkan di beberapa titik antara lain itu kawasan yang sudah kita tetapkan diantaranya yang saya sebutkan tadi. Asumsi kita masih diatas 30 persen,” jelasnya.

Dikatakanya, Pemerintah Daerah akan terus berupaya mendorong sbertmabahnya RTH baru di Kota dan Kabupaten Sanggau.

“Kitakan sudah punya tim-tim yang akan mendorong itu, saat ini yang Pemerintah Pusat intervensi itukan baru ada di tiga Kabupaten di Kalbar yaitu Sanggau, Kapuas Hulu dan Singkawang, kita juga sudah miliiki Forum Komunitas Hijau (FKH.red) yang merupakan bagian stratagei untuk mengejar itu,” jelasnya.

Tidak hanya membuat taman-taman kota, Pemerintah Daerah juga sudah berencana akan membuat pinggiran sungai menjadi hijau, termasuk seluruh kawasan Kota.

“Persoalan kita di tanah, kita juga berenacana akan membuat alun-alun yang akan kita jadikan juga taman,” tegasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
0 replies

Komentar

Silakan berikan komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *